Pendidikan, teknologi, ekonomi, bisnis, dan perdagangan

Showing posts with label IPA. Show all posts
Showing posts with label IPA. Show all posts

Friday, October 31, 2014

Berikan Contoh Standar Satuan Pokok Panjang Sistem Internasional dalam Pengukuran!


Berikan Contoh Standar Satuan Pokok Panjang Sistem Internasional dalam Pengukuran! - Sekarang ini pengukuran telah dilakukan dengan menggunakan satuan sesuai sistem internasional. Standar untuk satuan pokok panjang dalam SI adalah meter (m). Satu meter standar sama dengan jarak yang ditempuh oleh cahaya dalam ruang hampa (vakum) pada selang waktu 1/299 792 458 sekon.

Berikut ini satuan panjang turunan dari satu meter standar yang telah ditentukan dalam sistem internasional:
  1. 1 desimeter (dm) = 0,1 m = 10 pangkat -1 m
  2. 1 sentimeter (cm) = 0,01 m = 10 pangkat -2 m
  3. 1 milimeter (mm) = 0,001 m = 10 pangkat -3 m
  4. 1 dekameter (dam) = 10 m = 10 pangkat 1 m
  5. 1 hektometer (hm) = 100 m = 10 pangkat 2 m
  6. 1 kilometer (km) = 1000 m = 10 pangkat 3 m
Untuk memudahkan dalam melakukan konversi satu satuan SI besaran panjang ke satuan SI lainnya dapat kita gunakan tangga satuan besaran panjang di bawah ini!

Berikan Contoh Standar Satuan Pokok Panjang Sistem Internasional dalam Pengukuran!

Singkatan sistem pengukuran yang lain dapat dilihat di bawah ini.
Berikan Contoh Standar Satuan Pokok Panjang Sistem Internasional dalam Pengukuran!

Masih terdapat satuan panjang selain yang telah ditetapkan menurut SI, yaitu inci, yard dan kaki. Satuan ini dapat diubah ke satuan meter sebagai berikut:
  1. 1 inci = 3,54 x 10 pangkat –2 m
  2. 1 yard = 91,44 x 10 pangkat –2 m
  3. 1 kaki = 30,48 x 10 pangkat –2 m

Sebutkan Syarat Syarat yang Harus Dipenuhi oleh Satuan yang Baik!

Sebutkan Syarat Syarat yang Harus Dipenuhi oleh Satuan yang Baik! - Pada jaman dulu manusia biasanya dalam mengukur sesuatu menggunakan jengkal, hasta, depa, dan langkah. Ternyata hasil pengukuran yang dilakukan menghasilkan data berbeda-beda yang berakibat menyulitkan dalam pengukuran, karena jengkal orang satu dengan lainnya tidak sama.

Oleh karena itu, harus ditentukan dan ditetapkan satuan yang dapat berlaku secara umum. Usaha para ilmuwan melalui berbagai pertemuan membuahkan hasil sistem satuan yang berlaku di negara manapun dengan pertimbangan satuan yang baik harus memiliki syarat-syarat sebagai berikut:
  1. Satuan selalu tetap, artinya tidak mengalami perubahan karena pengaruh apapun, misalnya suhu, tekanan dan kelembaban.
  2. Bersifat internasional, artinya dapat dipakai di seluruh negara.
  3. Mudah ditiru bagi setiap orang yang akan menggunakannya.
Pada tahun 1960 diresmikan satu sistem satuan yang dapat dipakai di seluruh negara (Internasional). Sistem ini disebut Sistem Internasional (SI).

Satuan-satuan SI yang mempunyai syarat-syarat tersebut ditentukan dari sistem MKS (Meter sebagai satuan besaran panjang, Kilogram sebagai satuan besaran massa, Sekon sebagai satuan besaran waktu).
  • Standar untuk Satuan Pokok Panjang dalam SI adalah meter
  • Standar untuk Satuan Pokok Massadalam SI adalah kilogram (kg)
  • Standar untuk Satuan Pokok Waktudalam SI adalah sekon (s)

Jelaskan Pengertian Besaran Pokok dan Besaran Turunan!

Jelaskan Pengertian Besaran Pokok dan Besaran Turunan! - Besaran dalam ilmu fisika dikelompokkan menjadi 2, yaitu besaran pokok dan besaran turunan. Besaran Pokok adalah besaran yang satuannya telah didefinisikan terlebih dahulu. Besaran Turunan adalah besaran yang satuannya diperoleh dari besaran pokok.

Besaran yang dapat diukur dan memiliki satuan disebut besaran fisika. Misalnya panjang, massa, waktu, suhu dan lain-lain.
Sedangkan besaran yang tidak dapat diukur dan tidak memiliki satuan, merupakan sesuatu yang tidak termasuk besaran fisika. Contoh yang tidak termasuk besaran fisika adalah sedih, senang, kesetiaan, dan lain-lain.
Berdasarkan hasil konferensi umum tentang berat dan ukuran ke-14 tahun 1971 satuan dalam SI ditetapkan sebagai satuan besaran pokok berikut ini:
Jelaskan Pengertian Besaran Pokok dan Besaran Turunan!

Meter, kilogram, sekon, ampere, kelvin, mole dan kandela disebut satuan pokok.

Di dalam kamar mandi sekolah terdapat bak air yang berbentuk kubus, bagaimana kita menentukan volume bak air tersebut? Besaran dan satuan apakah yang digunakan?

Dari pertanyaan di atas tentu kita dapat menjawabnya yaitu dengan mengalikan panjang sisi-sisinya. Jika dalam pengukuran kita menggunakan meter sebagai satuan panjang maka satuan besaran volume adalah meter x meter x meter (m3 ).
Jelaskan Pengertian Besaran Pokok dan Besaran Turunan!

Volume termasuk besaran turunan dan m3 merupakan satuan turunan. Contoh besaran turunan antara lain volume, luas, kecepatan, gaya, dan lain-lain.

Apa Pengertian Besaran dan Satuan Berikan Contoh Pengukurannya?

Apa Pengertian Besaran dan Satuan Berikan Contoh Pengukurannya? - Contoh kegiatan pengukuran misalnya mengukur tinggi badan, yaitu diukur menggunakan mistar. Membeli beras di pasar, penjual mengukur menggunakan neraca atau timbangan. Lama waktu saat bepergian ke suatu tempat tujuan diukur menggunakan arloji atau jam.

Di dalam kehidupan bermasyarakat, banyak dijumpai kegiatan pengukuran, seperti pengukuran tanah, pengukuran suhu badan ketika sakit dan periksa ke dokter, pengukuran tekanan darah, dan lain-lain.

Apa yang dimaksud dengan pengukuran? Kegiatan apa yang dilakukan saat melakukan pengukuran? Agar berguna hasil pengukuran dibandingkan dengan satuan apa?

Pengukuran merupakan kegiatan membandingkan suatu besaran yang diukur dengan alat ukur yang digunakan sebagai satuan.

Misalnya, kita melakukan kegiatan pengukuran panjang meja dengan pensil. Dalam kegiatan tersebut artinya kita membandingkan panjang meja dengan panjang pensil. Panjang pensil yang kita gunakan adalah sebagai satuan.

Apa Pengertian Besaran dan Satuan Berikan Contoh Pengukurannya?

Istilah-istilah yang digunakan dalam pengukuran antara lain adalah:
  1. Besaran adalah sesuatu yang dapat diukur dan dapat dinyatakan dengan angka.
  2. Satuan adalah pembanding dalam suatu pengukuran.
  3. Satuan baku adalah satuan yang digunakan untuk melakukan pengukuran dengan hasil yang sama atau tetap untuk semua orang.
  4. Satuan tidak baku adalah satuan yang digunakan untuk melakukan pengukuran dengan hasil yang tidak sama untuk orang yang berlainan.
Dari contoh di atas, panjang, massa, dan waktu disebut besaran.
Untuk satuan meter, kilogram, dan menit disebut satuan baku.
Untuk pensil disebut satuan tidak baku.

Contoh lain adalah pengukuran suhu badan:
Besaran pengukuran suhu badan adalah suhu misalnya panas atau dingin.
Satuannya adalah celcius, reamur, atau farenheit
Alat ukurnya adalah termometer.

Siapa Penemu Cara Mengukur Keliling Bumi?

Siapa Penemu Cara Mengukur Keliling Bumi? - Siapa yang tidak mengenal Eratosthenes? Eratosthenes merupakan cendekiawan Yunani dari Alexandria Mesir yang melakukan pengamatan sederhana tentang bagaimana cara mengukur ukuran seluruh planet.

Eratosthenes tahu bahwa jarak luar biasa antara matahari bumi, sinarnya mencapai Alexandria dan Syene dalam berkas-berkas sinar sejajar yang berdampingan. Jika bumi datar maka bayangan akan lenyap di seluruh dunia pada tanggal 21 Juni. Namun, ia memperkirakan karena bumi melengkung, tembok-tembok dan tiang-tiang di Alexandria sekitar 800 km sebelah utara Syene menonjol dari permukaan bumi dengan sudut berbeda.

Diwaktu tengah hari pertama musim panas, Eratosthenes menghitung bayangan yang ditimbulkan oleh tiang-tiang batu di luar museum. Karena ia tahu ketinggian tiangtiang batu itu, ia dapat membayangkan garis dari puncak tiang-tiang batu itu ke ujung bayangan, membuat segitiga yang dapat dihitung. Setelah menggambar segitiga itu, Eratosthenes memakai rumus geometri sederhana untuk membuktikan puncak kemiringan tiang-tiang batu itu memiliki kemiringan dari Matahari sedikit di atas 7 derajat.

Karena tidak ada bayangan pada tengah hari di Syene di hari pertama musim panas, sudut di Syene 0 derajat, atau tidak ada sudut sama sekali. Hal ini berarti Alexandria berjarak 7 derajat lebih sedikit dari Syene sepanjang keliling bumi.

Semua lingkaran memiliki 360 derajat, dan keliling bumi bukan perkecualian. Sudut 7 derajat antara dua kota itu sekitar 1/50 lingkaran. Jadi Eratosthenes mengalikan jarak antara Syene dan Alexandria sekitar 800 km dengan angka 50, mendapatkan angka 40.000 untuk jarak keliling bumi. Para astronom modern menghitung keliling bumi tepatnya 40.061 km. Eratosthenes telah membuktikan dirinya sebagai cendekiawan kelas satu.